Mengenal Apa Itu Blade Server

 

Saat ini banyak pemerintahan di dunia gencar melakukan sosialiasi regulasi mengenai emisi karbon, dan menuntut agar perusahaan semakin sadar untuk menggunakan teknologi hijau. Raksasa IT seperti Google sudah hampir 100% memiliki data center dengan teknologi hijau, dan sudah banyak perusahaan yang beralih ke teknologi hijau. Salah satu solusi yang bisa digunakan bagi perusahaan yang peduli dengan lingkungan adalah dengan menggunakan Blade Server.

Blade server merupakan varian perangkat keras pada area server yang hadir sebagai solusi akan kebutuhan server yang compact (meminimalkan kebutuhan ruangan), scalability (kemudahan dalam pengembangan), integrated operation (integrasi dalam operasi dan pengawasan), dan juga kolaborasi dengan teknologi virtualisasi.

Blade server dapat menyimpan beberapa electronic circuit board modular yang tipis, yang dikenal juga dengan server blade. Setiap blade merupakan server, baik itu dedicated hingga aplikasi single. Blade itu sendiri adalah server dalam bentuk seperti kartu, yang berisi prosesor, memori, integrated network controller, dan juga pilihan tambahan untuk Fiber Channel host bust adaptor (HBA) dan port input / output lainnya. Server ini mempunyai fitur plugable, mudah dibongkar pasang, jika ada salah satu blade yang rusak dapat dengan mudah diganti dengan yang baru, tanpa mengganggu yang lainnya.

Setiap blade biasanya hadir dengan satu atau dua drive lokal ATA atau SCSI. Untuk tambahan storage, blade server dapat dihubungkan ke storage pool yang difasilitasi oleh network-attached storage (NAS), Fiber Channel, atau iSCSI storage-area network (SAN).

Komponen infrastruktur Blade Server terdiri dari: Enclosure chassis – fungsinya sebagai rumah untuk komponen lainnya, selain itu juga sebagai koneksi penghubung antar komponen di dalam satu infrastruktur sistem, bay server, fan dan power supply, interconnect device – media interkoneksi data antara infrastruktur sistem dengan perangkat (server, storage, router, firewall, dan sebagainya) di luar enclosure chassis ada, contoh: pass-through switch, fiber channel module, dan sebagainya, management module – komponen input / output, dan blade casing.

Blade server memungkinkan untuk tenaga processing yang lebih banyak dalam rack space yang lebih sedikit, perkabelan yang simpel dan konsumsi daya yang lebih rendah. Menurut SearchWinSystems.com, perusahaan yang pindah ke blade dapat mengurangi 85% perkabelan untuk memasang blade dibandingkan dengan tower server. Dengan kabel yang lebih sedikit, administrator IT dapat mengurangi waktunya untuk mengelola infrastruktur dan lebih banyak waktu untuk memastikan ketersedian yang lebih tinggi.

Jakartawebhosting.com

Keuntungan utama menggunakan blade server adalah penghematan konsumsi energi; khususnya dari sisi power, cooling, physical space, management, server provisioning, dan connectivity (Server I/O). Sedangkan kelemahan utamanya, seperti biayanya yang terbilang mahal, dan model ini menghasilkan panas yang berlebih.

Model server ini dapat dijadikan pilihan bagi perusahaan menengah ke atas, dan juga cocok untuk perusahaan penyedia layanan web hosting ataupun perusahaan media untuk membuat situs berita.

Jakartawebhosting.com
AD INJECTION TEST ADVERT 728x90