Cara Menghemat Bandwidth Website

 

Bagi kamu yang memiliki website dan blog pastinya sering mendengar istilah bandwidth. Istilah ini terdengar ketika kamu sedang memilih web hosting untuk website atau blog kamu. Sebenarnya apa sih bandwidth itu? Dan seberapa penting untuk menghemat bandwidth?

Bandwidth merupakan maksimum data yang dapat ditransfer dalam waktu tertentu, biasanya dihitung dalam hitungan detik. Transfer data, merupakan jumlah data yang ditransfer. Sementara bandwidth merupakan rate dari transfer data. Bandwidth dapat dianalogikan sebagai pipa air, sementara transfer data adalah jumlah air yang melewati pipa tersebut. Semakin lebar ukuran pipa (bandwidth) makan semakin cepat air (data) mengalir. Secara fundamental, transfer data merupakan konsumsi dari bandwidth.

Kebanyakan penyedia hosting menawarkan web hosting dengan bandwidth “unlimited,” mungkin kamu berpikir ini berarti dapat menjalankan data sebanyak mungkin. Namun jika website kamu mempunyai banyak pengunjung dan menghabiskan bandwidth maka penyedia hosting dapat mematikan website kamu, atau website kamu tidak bisa diakses dengan pesan “Banwidth Limit Excceded.” Jika sudah begitu kamu harus menambah paket tertentu untuk menambah bandwidth atau harus menunggu hingga pergantian bulan.

Untuk kita kamu harus menghemat pemakaian bandwidth. Bandwidth habis terpakai bukan oleh kamu sendiri, tetapi tergantung banyaknya pengunjung yang mengunjungi website kamu dan besarnya file yang di download oleh penggunjung (file-file website maupun file seperti foto dan video).

Jakartawebhosting.com

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa kamu gunakan untuk menghemat bandwidth:

1. Untuk foto-foto yang akan kamu upload ke website atau blog, sebelum diupload kamu bisa mengkompresnya untuk mengoptimalkan ukuran filenya. Ada banyak tool online yang bisa kamu gunakan seperti misalnya Kraken.io, ataupun website lain pilihan kamu.

2. Atau kamu juga bisa menggunakan website image provider pihak ketiga seperti Imageshack atau Flickr atau masih banyak yang lain. Kamu tidak perlu mengupload ke website kamu, cukup memanggil URL dari foto yang sudah kamu upload di website imgae provider.

3. Sementara untuk video kamu juga bisa melakukan hal yang sama, kamu bisa menguploadnya ke video provider seperti YouTube, DailyMotion, Vimeo, dan masih banyak lagi. Kamu tinggal meng-copy embed code-nya saja.

4. Aktifkan HTTP compression. Mengaktifkan HTTP compression pada web server dapat menghemat bandwidth hingga 2/3. Skema yang paling popular adalah GZIP.

5. Optimalkan JavaScript dan CSS. Selain itu kamu juga bisa mengoptimalkan JavaScript dan CSS dengan menggunakan compression. Ada banyak tool online untuk CSS compressor maupun JavaScript compressor.

Cara di atas selain dapat menghemat bandwidth, juga dapat mempercepat waktu loading website kamu di web browser pengguna. Semakin cepat website kamu dapat menjadi poin tersendiri bagi Google untuk memberikan ranking website kamu, dan kemungkinan muncul di halaman pertama hasil pencarian Google semakin besar.

Jakartawebhosting.com
AD INJECTION TEST ADVERT 728x90