Cara Membuat Backup di cPanel

 

Mungkin kamu menganggap bahwa melakukan backup website itu sulit. Namun jika kamu menggunakan cPanel berbasis Linux, kamu akan menemukan tool yang simpel untuk membuat backup di cPanel. Tool ini memungkinkan kamu untuk membuat backup hanya dengan beberapa klik dari tampilan grafis. Jadi sekarang tidak alasan lagi untuk tidak melindungi kode website, database dan email pengunjung website kamu.

Jika server atau sistem operasi kamu error, itu berarti tinggal backup saja yang kamu punya. Dan cara merestore file backup ini juga semudah proses backup.

Langkah 1: MemulaiĀ Membuat Backup di cPanel

Langkah pertama adalah dengan mencari lokasi aplikasi backup pada control panel web hosting cPanel, namun tentunya kamu harus login terlebih dahulu. Temukan aplikasi Backup Wizard, kemudian klik tombol Backup, untuk memulai proses backup.

Langkah 2: Pilih Full atau Partial Backup

Kamu dapat memilih untuk membackup semua data dan komponen dari website kamu atau memilih untuk membackup hanya bagian tertentunya. Home directory akan membackup semua file yang kamu miliki atau kamu mempunyai akses atau keduanya.

Namun, semua file yang tidak kamu miliki atau kamu tidak dapat mengaksesnya tidak akan dimasukan kedalam backup. Dengan menaruh file konfigurasi pada Home directory, kamu juga bisa untuk tidak memasukan file dan direktori tertentu ke dalam backup.

Pilih full backup untuk membackup semuanya, atau pilih partial backup untuk membackup file tertentu seperti Home directory, MySQL Database dan atau Email.

Jakartawebhosting.com

Langkah 3: Memilih Dimana File Backup Disimpan

Kamu dapat memilih untuk menyimpan file backup di Home directory dari website kamu atau mendownload file backup ke mesin lain, resikonya lebih rendah.

Jika memilih pilihan untuk menyimpan di Home directory, maka kamu harus memasukan alamat email yang akan mengirimkan email pemberitahuan jika proses backup telah selesai

Jika kamu memilih pilihan FTP atau SCP transfer untuk menyimpan file backup di komputer lain, kamu akan diminta untuk memasukan detil koneksi. Dan kamu juga harus memasukan alamat email untuk memberitahukan jika proses backup telah selesai.

Langkah 4: Merestore File Backup

Bagaimana jika kamu ingin merestore data dari file backup yang telah didownload dan ingin menjalankan website dengan file backup spesifik. Kembali ke langkah pertama, kemudian pilihan “Restore.”

Kemudian pada jendela berikutnya pilih tipe restore yang diinginkan, misalnya Home directory. Selanjutnya browse lokasi pada komputer kamu dimana kamu menyimpan file backup.

Untuk melakukan restore, harus dilakukan satu per satu: Home directory, kemudian database, dan kemudian email. Jadi kamu harus menjalan Backup Wizard beberapa kali sampai semua file backup yang kamu inginkan direstore.

Jakartawebhosting.com
AD INJECTION TEST ADVERT 728x90